Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Katanyaa

Kata orang kalau udah dewasa itu bakal kehilangan temen satu persatu, yang tadinya banyak mungkin akan tersisa beberapa, atau mungkin cuman satu dua orang aja. Gaada yang salah sama hal itu, wajar, karena kan semua orang akan punya prioritas dan kesibukannya masing-masing, mau kesel? kesel sama siapa? sama waktu yang bikin kita beranjak dewasa? sama umur kita yang udah masuk kepala dua? sebel sama berubahnya prioritas hidup temen temen kita? engga kannnn.. tapi ngerti sih, pada dasarnya manusia itu gampang cemburuan, bahkan sama hal-hal kecil yang nyatanya ga selamanya ada dan bukan hak milik kita. iyadong? kan cuman temen.. hehehe tapi wajar, namanya juga manusia. Cuman ya balik lagi yang namanya jadi dewasa itu harus lebih banyak mengerti, katanyaaaa... Mungkin ya ada sedihnya sih, jadi kehilangan temen buat cerita-cerita atau berkeluh kesah, tapi gapapa emang udah waktunya aja. Jadiii walaupun udah ga saling keep in touch kaya dulu lagi, ada yang harus kalian inget, temen kalian itu...

???

Is it wrong to be selective person? I mean in this cruel world Is that something not good?  Is that bad? Worried Scared Hurted Thats might be things that makes people want to be selective about anything. Friends Education Health Love Career Or even for food Sometimes people feel pity for us For being too picky Too selective Too worried over something They ask us to just live today Live happily without thinking about future Live like there is no risk in front of us Live without fearness Live without any burden But hey The thing is.. We dont just live today We have our tomorrow We have to keeping away for something bad For something that could hurt us For something that could broke our heart For something that might be interfere our life For something that cause unhealthy life Is it wrong to be that selective person? We live for ourself We have to loved our self We have to protect our self Why some people always ask about something that we need to protect? Why some people force someo...

udah ngapain aja?

Jadi kalian udah ngapain aja selama hampir 5 bulan ini? Buat sebagian orang mungkin masih ada yang sibuk dengan rutinitas kerjanya, atau barangkali sudah mulai beradaptasi dengan sistem kerja work from home . Beberapa bisa jadi menikamatinya atau mungkin beberapa lainnya sudah mulai bosan, tidak sabar akan segera kembali bekerja ditempat kerjanya masing-masing Buat sebagian mahasiswa mungkin saat ini sedang menyelesaikan tugas akhirnya, bahkan beberapa sudah melaksanakan sidang online. Menarik ya? siapa sangka bisa sidang skripsi melalui internet tanpa bertatapan muka langsung dengan dosen penguji haha, mulai dari bimbingan online, revisi online, sidang online, wisuda?... Buat sebagian orang lainnya mungkin sudah mulai mendapatkan kembali pekerjaannya, karena kemarin sempat terkena dampak pandemi berupa pemecatan. That's kinda good thing!! Pasti hal yang sangat berat mengalami pemecatan di tengah pandemi seperti ini. Beberapa lainnya, bisa ku tebak.. Sudah menghabiskan wak...

Lalu apa

Masa depan sering kali menghantui Berbagai pertanyaan silih berganti menghampiri Apakah diriku sudah cukup baik hari ini? Akan bergunakah aku suatu hari nanti? Apakah cukup amalan ku selama ini? Apakah kelak aku akan menemukan cinta sejati? Apakah dirinya bagian dari sahabat sejati?  Apakah keluarga ku akan tetap disini? hidup bersamaku sampai mati Apakah aku akan sempat bangga pada pencapaian ku sendiri? Apakah aku akan selalu bahagia hidup di sini? Apa yang harus kulakukan agar selalu dikenang bumi dan segala isi? Bagaimana bila esok aku yang pergi? Akhir-akhir ini semua terasa berat sekali

Dear my future partner

I don't know why i write this thing, but i hope that someone find this before marry me.. Seseorang yang menulis tulisan ini, mungkin akan menjadi wanita yang lebih dewasa dari saat ini. Ia cukup dewasa, karena sedari awal ia merupakan kakak dari kedua adik-adiknya, seseorang yang sangat mencintai keluarganya. Mungkin nanti kamu akan dituntut untuk ikut menyayangi keluarganya. Namun ku yakin dirinya akan melakukan hal yang sama dengan keluarga mu, menyayangi orang yang kamu sayang dengan setulus hatinya. Seseorang yang menulis tulisan ini, merupakan orang yang sedikit keras kepala, kamu pasti akan susah mengaturnya. Tapi ia masih bisa dinasehati bila saranmu masuk dalam logikanya. Seseorang yang menulis tulisan ini, mungkin terlihat kuat dari luar, tapi kalau kamu memperhatikannya lebih dalam sebenarnya dia sama saja seperti wanita pada umumnya, suka mengeluh, bahkan menangis. Tolong lebih sabar padanya ya, jangan bentak dia, jangan keluarkan kata-kata kasar yang dapat menyakiti h...

Cerita skripsi.

SKRIPSI.          Kalau denger kata skripsi pasti rasanya udah panik duluan, karena banyak yang bilang kalau skripsian tuh susah, bahkan bisa jadi suatu beban berat bagi yang sedang mengerjakannya. Dengan cerita-cerita orang yang udah pernah mengerjakan skripsi, tentulah gue panik juga pas mau mulai skripsian.      Gue mulai skripsian di semester 7, yang dibarengi dengan 3 matkul yang masing-masing matkulnya 3 sks. Gue sih awalnya ngebayangin ah bisa ini mah, soalnya kan biasanya juga ambil 24 sks jadi pasti bisa. Tapi pas awal masuk dan langsung disuruh ngumpulin GUP (Gambaran Umum Penelitian) wah gue mulai pusing disitu, sebenernya udah nyiapin beberapa topik penelitian tapi rasanya bingung dan belum yakin. Sampai akhirnya GUP dikumpulin, gue masih belum yakin 100% sama topik yang gue pilih, dan berakhir dengan gue buat GUP baru dengan topik penelitian yang bener-bener beda dalam waktu 1 malam :)) kalau udah deadline emang paling cepet s...

Bersyukur aja

Kalau dipikir-pikir lagi banyak sekali hal yang harus disyukuri. Mungkin waktu hal itu terjadi, saat itu juga kita mengeluh, karena tidak suka atau merasa tidak cocok atau alasan lainnya. Namun siapa yang tau kalau misalnya hal-hal itu malah membuat kita bersyukur di kemudian hari. Setiap kejadian tidak terduga memang kadang terasa seperti bencana bagi sebagian orang, baik itu suatu kegagalan, kehilangan, ketidakpastian dll. Munafik memang bila kita tidak pernah marah, atau kecewa atas kejadian yang tidak terduga itu. Aku pun sering kali begitu, sebegitu marahnya sampai rasanya hanya bisa menangis sampai menyalahkan diri sendiri. Kecewa, pasti. Tapi entah kenapa semakin kesini, semakin sadar bahwa memang benar yang katanya "gapapa nanti ada hikmahnya" itu beneran ada, itu beneran kejadian. Coba kalian mulai hitung, berapa banyak kekecewaan yang dulu kalian rasakan, yang mungkin saat ini malah kalian nikmati, atau malah terselip beberapa kebahagiaan yang dulunya kalian cari....